Ahooyyy pemirsa dimana pun kalian berada~
Setelah cuti bertahun-tahun lamanya akhirnya kembali lagi ke blog. Memang sesusah itu mengumpulkan mood buat mengetik semua yang ada di pikiran ini. Bahkan ini blog sampai usang hahaha. Maafkan aku ya, i didn't mean it :)))
Bahas dari mana ya enaknya. Bingung~
Well...
Dari sini aja deh.
Dimulai dari banyak yang bertanya, "kenapa sih okta pergi sama adiknya terus?", "kok sama adiknya terus sih ta?", "kok adiknya diajak terus sih ta?". Berbagai macam pertanyaan seperti itu selalu terlontar dari teman-teman yang melihat gue kemana-mana sama adik gue. Sebagian orang pasti penasaran, sebagian orang sudah tau jawabannya, bahkan sebagian orang tidak peduli hahaha. Baiknya sih ga peduli aja, toh aku pergi sama adik gue atau bukan, kalian tidak memberikan ongkos jalan hahahaha~ SARKAS~
Kenapa sih ta kok selalu sama tyas?
Kenapa? Ya karena aku merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan dia. Kenapa aku harus bertanggung jawab? Karena dia sudah banyak berkorban untuk kehidupan gue.
YEAH, THAT'S THE REASON.
Berkorbannya dalam banyak hal. udah gabisa disebutin lagi satu per satu. Terlalu banyak dia berkorban buat gue. Ditambah lagi, gue lebih lama merasakan kasih sayang dari ibu hampir 20 tahun, sedangkan tyas hanya merasakan sampai kelas 6 SD, at least hanya sampai umur 13 tahun. Dia ga banyak merasakan kasih sayang sebanyak gue. Itulah kenapa gue mau banyak berkorban apapun demi dia. Ah mewek deh :'''')
Dulu dia sering gue jahilin sampe nangis, berantem, pukul-pukulan. Gue selalu merasa bersalah kalo inget kejadian-kejadian yang bikin dia nangis. Gue mau menebus semua kesalahan-kesalahan di masa lalu untuk membahagiakan dia di masa ini dan masa yang akan datang. Berhubung gue juga sudah punya penghasilan sendiri, ketika dia minta sesuatu hal dan gue bisa memenuhinya, gue akan memenuhinya sebisa mungkin dan sesegera mungkin.
Gue sedih ketika orang bilang, "emang adeknya ga bisa pergi sendiri?", "emang adeknya harus ikut terus?", "kapan pergi jalan sama pacar?". Guys, percayalah yang kalian katakan ke gue itu sungguh bikin hati gue sakit. Bener-bener sesedih itu. Kalian tidak pernah ada di posisi gue, jadi kalian mungkin tidak tahu rasanya gue berusaha untuk mencurahkan apa yang gue punya untuk adik semata wayangnya yang masih kecil dan ditinggal sama ibu. Ya gitulah.
Bahkan di PRIORITY LIST milik gue nomor pertama "Membahagiakan Adik dan Bapak".
Jadi, cukuplah bertanya dan menanyakan hal-hal begitu.
Kalau memang kalian gabisa menerima kehadiran adik gue saat berkumpul, bilang aja gapapa kok. Karena gue yang akan mengakomodir segala kebutuhannya saat gue mengajak dia pergi kemana pun gue pergi. I'm cool with that, seriously!
Semoga jangan ada lagi ya guys.
I've been struggling for 8 years to answer those ridiculous questions. If you keep asking me that question, don't be mad at me if I blocked you for the rest of my life :)
SEE YA GUYS!
Setelah cuti bertahun-tahun lamanya akhirnya kembali lagi ke blog. Memang sesusah itu mengumpulkan mood buat mengetik semua yang ada di pikiran ini. Bahkan ini blog sampai usang hahaha. Maafkan aku ya, i didn't mean it :)))
Bahas dari mana ya enaknya. Bingung~
Well...
Dari sini aja deh.
Dimulai dari banyak yang bertanya, "kenapa sih okta pergi sama adiknya terus?", "kok sama adiknya terus sih ta?", "kok adiknya diajak terus sih ta?". Berbagai macam pertanyaan seperti itu selalu terlontar dari teman-teman yang melihat gue kemana-mana sama adik gue. Sebagian orang pasti penasaran, sebagian orang sudah tau jawabannya, bahkan sebagian orang tidak peduli hahaha. Baiknya sih ga peduli aja, toh aku pergi sama adik gue atau bukan, kalian tidak memberikan ongkos jalan hahahaha~ SARKAS~
Kenapa sih ta kok selalu sama tyas?
Kenapa? Ya karena aku merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan dia. Kenapa aku harus bertanggung jawab? Karena dia sudah banyak berkorban untuk kehidupan gue.
YEAH, THAT'S THE REASON.
Berkorbannya dalam banyak hal. udah gabisa disebutin lagi satu per satu. Terlalu banyak dia berkorban buat gue. Ditambah lagi, gue lebih lama merasakan kasih sayang dari ibu hampir 20 tahun, sedangkan tyas hanya merasakan sampai kelas 6 SD, at least hanya sampai umur 13 tahun. Dia ga banyak merasakan kasih sayang sebanyak gue. Itulah kenapa gue mau banyak berkorban apapun demi dia. Ah mewek deh :'''')
Dulu dia sering gue jahilin sampe nangis, berantem, pukul-pukulan. Gue selalu merasa bersalah kalo inget kejadian-kejadian yang bikin dia nangis. Gue mau menebus semua kesalahan-kesalahan di masa lalu untuk membahagiakan dia di masa ini dan masa yang akan datang. Berhubung gue juga sudah punya penghasilan sendiri, ketika dia minta sesuatu hal dan gue bisa memenuhinya, gue akan memenuhinya sebisa mungkin dan sesegera mungkin.
Gue sedih ketika orang bilang, "emang adeknya ga bisa pergi sendiri?", "emang adeknya harus ikut terus?", "kapan pergi jalan sama pacar?". Guys, percayalah yang kalian katakan ke gue itu sungguh bikin hati gue sakit. Bener-bener sesedih itu. Kalian tidak pernah ada di posisi gue, jadi kalian mungkin tidak tahu rasanya gue berusaha untuk mencurahkan apa yang gue punya untuk adik semata wayangnya yang masih kecil dan ditinggal sama ibu. Ya gitulah.
Bahkan di PRIORITY LIST milik gue nomor pertama "Membahagiakan Adik dan Bapak".
Jadi, cukuplah bertanya dan menanyakan hal-hal begitu.
Kalau memang kalian gabisa menerima kehadiran adik gue saat berkumpul, bilang aja gapapa kok. Karena gue yang akan mengakomodir segala kebutuhannya saat gue mengajak dia pergi kemana pun gue pergi. I'm cool with that, seriously!
Semoga jangan ada lagi ya guys.
I've been struggling for 8 years to answer those ridiculous questions. If you keep asking me that question, don't be mad at me if I blocked you for the rest of my life :)
SEE YA GUYS!
0 komentar:
Posting Komentar